![Jilbab Menurut Islam, Kristen Dan Yahudi: Mitos Dan Realita [ www.BlogApaAja.com ]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuHhEsrarIsO5ZhskDKv5qwDD9m608yZQaQdgVy1GisHsJeZ12jBls_fnWw_B2sEP4G9YCgCRw2iAJFkIRAllAz9UBNbOAoiif-rWnJZ1UGomL1OUcY69UPQX15T_8wu8PfZLCaF5zGIE/s320/images.jpg)
Oleh: Andi Kumala Dewi Syam
Marilah kita buka suatu persoalan yang di negara-negara Barat dianggap sebagai simbol dari penindasan dan perbudakan wanita, yaitu
jilbab atau tudung kepala. Apakah betul tidak terdapat pembahasan mengenai
jilbab di dalam tradisi Jahudi-Kristen ? Mari kita lihat bukti catatan yang ada. Menurut Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Beliau disana mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut isterinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."
[read more..]